Showing posts with label Dakwah. Show all posts
Showing posts with label Dakwah. Show all posts

PESAN TAZKIRAH

  • 0
Sms tazkirah

Short message service atau lebih dikenali dengan sms adalah satu perkhidmatan yang ditawarkan melalui handphone untuk mengirim atau menerima pesanan pendek. Sebuah pesan sms maksima hanya terdiri dari 140 karakter. Penggunaan sms menjadi begitu meluas kerana mudah dan murah.

Pada hari-hari tertentu seperti hari jadi, hari guru baru-baru ini, hari raya dan lain-lain sms digunakan sebagai pengganti kad ucapan. Pada hari-hari tersebut penggunaan sms akan lebih banyak daripada kebiasaannya.

Boleh dikatakan setiap hari kita akan mengirim atau menerima sms. Alangkah baiknya kalau sms tersebut boleh menyumbang ke arah kebaikan kepada diri sendiri dan orang lain, bukan sebaliknya. Untuk itu, saya mengajak diri saya sendir dan para pembaca sekalian supaya kita boleh gunakan kemudahan sms untuk kebaikan.

Cara paling mudah untuk melakukan perkara di atas adalah dengan mengirim sms tazkirah sekurang-kurangnya 1 sms setiap hari kepada seseorang di dalam senarai contact di dalam h/p kita. Isi sms tersebut boleh diambil dari ayat Quran atau hadis Nabi SAW atau kalam hikmah orang-orang soleh. Jika Anda mendapat kemudahan free sms kepada seorang atau lebih, sangat malang dan rugi jika kemudahan tersebut dibiarkan saja dan tidak digunakan bagi tujuan ini. Mubazir!

Sms atau status facebook?

Status facebook juga boleh digunakan untuk menyumbang ke arah kebaikan (begitu pula sebaliknya). Hanya saja kesan terhadap orang yang membaca status fb dan orang yang menerima sms adalah berbeza. Pada saya, sms lebih bersifat personal berbanding status fb. Oleh sebab itu selain tetap menulis status yang baik di fb,

Pesan berantai

Anda mungkin pernah mendapat pesan sama ada melalui sms, fb, ym, e-mail dan sebagainya yang berbentuk pesan berantai. Di akhir pesan tersebut kita diminta untuk menyebarkannya kepada orang lain, biasanya ditentukan 5, 10, 20 atau bahkan 50 orang, jika tidak akan berlaku sesuatu yang buruk ke atas kita atau keluarga kita.

Saya tidak berniat menulis lagi tentang pesan berantai kerana saya kira tulisan blog Kereta Mayat berkenaan hal itu sudahpun cukup. Dan saya peribadi bersetuju dengan apa yang ditulis. Sila klik di [sini] untuk membacanya.


Adab dalam menerima dan menyampaikan pesan

"Wahai orang-orang yang beriman, jika seseorang yang fasiq datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah (tabayun) kebenarannya supaya kamu tidak menimpakan musibah ke atas suatu kaum disebabkan kebodohan, maka akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu." (Surah al-Hujurat: 6)

Pastikan pesan yang diterima atau hendak disampaikan kepada orang lain adalah berita yang benar, sahih, authentic. Sekadar merasa bahawa pesan yang kita terima itu (nampak) baik tidak bermakna kita boleh percaya begitu sahaja dan terus menyampaikannya. Lakukan sedikit tabayun bagi memastikan kesahihan pesan tersebut. Apatah lagi jika pesan itu dikaitkan dengan Allah, Nabi SAW dan agama Islam. Kerana agama kita dibina atas dalil yang sahih sahaja, bukan dengan sangkaan-sangkaan (yang boleh jadi benar atau salah). Wallahu ta'ala a'lam.

Jemput baca entry [ini] supaya lebih jelas dengan point ini. :) Terima kasih!

LEBIH BERHARGA DARI HARTA, TAHTA DAN WANITA

  • 0
Pada masa awal Rasulullah SAW menggerakkan dakwah secara terang-terangan di Makkah, bermacam cara dari pihak kafir Quraisy untuk menghentikan gerakan dakwah tersebut di antaranya adalah dengan cara diplomasi (perundingan).

Berbagai tawaran disampaikan kepada Rasulullah SAW baik secara langsung ataupun melalui pamannya, Abu talib. Uniknya, strategi ini dilakukan setelah perbincangan dan kesepakatan mereka bersama, bukan atas inisiatif individu.

Di antara orang yang disepakati oleh pemimpin kafir Quraisy untuk melakukan rundingan adalah:
  • 'Utbah Bin Rabiah
  • Al-Walid Bin Al-Mughirah dan Al-'As Bin Wayl
  • Beberapa orang dari kalangan pemimpin Quraiys yang tidak disebutkan namanya
Di antara tawaran yang disampaikan kepada Rasulullah SAW supaya menghentikan dakwah yang dilaksanakannya ialah:
  • Jika Rasulullah SAW menginginkan harta, maka mereka akan menjadikan Rasulullah SAW sebagai orang yang paling kaya di kalangan mereka.
  • Sekiranya Rasulullah SAW menghendaki kemuliaan dan kekuasaan, maka Rasulullah akan dijadikan pemimpin bahkan raja.
  • Kalau Rasulullah SAW inginkan wanita, maka mereka akan mencarikan gadis Arab yang paling jelita untuk dinikahkan dengan Rasulullah SAW.
  • Atau kalau Rasulullah menginginkan kesemua yang mereka tawaran itu sekaligus, mereka bersedia memenuhinya.
Sebagai seorang manusia biasa, mungkin kita akan tergoda dengan salah satu tawaran di atas. Atau mungkin ada yang berpikir, "Bagaimana kalau aku terima dulu tawaran tersebut dan menghentikan (menyembunyikan) gerakan dakwah untuk sementara? Tapi jika sampai waktu yang tepat, dakwah akan kembali digerakkan dengan lebih efektif dan efesien."

Namun, Rasulullah SAW tidak mengajarkan demikian. Rasulullah SAW tidak tergoda apa lagi menerima tawaran mereka. Bahkan Rasulullah SAW pernah berkata kepada pamannya Abu Talib atas tawaran kafir Quraiys, "Demi Allah, sekiranya matahari diletakkan di tangan kananku dan bulan diletakkan di tangan kiriku supaya aku meninggalkan dakwah ini, maka aku tidak akan meninggalkannya sehingga Allah menunjukkan kemenangannya atau aku mati karenanya."

Sumber: Fiqh al-Sirah I, Ramadhan al-Buty dan al-Rahiq al-Makhtum, Shafiy al-Rahman al-Mubarakfury


Catatan:

Jika dalam menghancurkan Islam saja musuh-musuh Islam mengatur langkah secara berjamaah, semestinya para pendakwah lebih-lebih lagi perlu menyusun strategi secara berjamaah dalam menegakkan Islam.

Dakwah lebih berharga dari harta, tahta dan wanita. Masih tidak percaya? Tindakan Rasulullah SAW (yang dibahas) di atas adalah buktinya.

SUNNAH HASANAH VS SUNNAH SAYYI'AH

  • 0
Barangsiapa di dalam Islam yang melakukan sunnah hasanah (kebiasaan yang baik), maka baginya pahalanya dan pahala orang-orang yang melakukan sunnah tersebut setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.

Dan barangsiapa di dalam Islam yang melakukan sunnah sayyi'ah (kebiasaan yang buruk), maka baginya dosanya dan pahala orang-orang yang melakukan sunnah tersebut setelahnya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.

(H.R. Muslim, Nasai, Tirmizi, Ibnu Majah, Ahmad)
Kebiasaan yang baik itu bisa berupa hal yang ringan seperti mengucapkan basmalah sebelum melakukan sesuatu dan mengucapkan hamdalah setelah menyelesaikannya.

Kebiasaan yang buruk itu juga bisa merupakan hal yang sepele seperti merokok.

Tapi jika kebiasaan yang kita lakukan itu diikuti oleh orang ramai secara terus-menerus dan bersambung-sambung, baik disadari atau tidak, maka benih yang pada awalnya kecil akan tumbuh menjadi pohon yang besar dan tidak mustahil juga kalau kemudian menjadi hutan yang lebat.