UNTUKMU KADER DAKWAH

  • 0
Hendaknya seorang dai menyesuaikan diri dengan keadaan sulit dan tidak mudah berhalangan (uzur) dalam aktivitas da'wah ila Allah. Sebab yang demikian itu adalah peluang bagi syaitan untuk masuk ke dalam hati seorang dai. Kalau setiap kita menuruti semua uzur, maka hanya sedikit sekali orang yang akan menjalankan dakwah. Karena alangkah banyaknya uzur itu bila dituruti. (Hasan Al-Banna)

Andai seluruh ikhwan hancur, dakwah mempunyai Allah yang akan menjaganya. Dan itu lebih baik dari pada kita mencapai puncak kemenangan dengan jalan khianat/curang (Umar Tilmisani)

Sesungguhnya dakwah kita tidak dibangun di atas hukum
rukhsah. Para aktivis dakwah wajib mengambil hukum azimah. Sebab hukum rukhsah hanya pantas digunakan oleh orang yang berjiwa kerdil. (Hasan Al-Hudaibi)

MY SUPER PARENT

  • 3
Sepasang laki-laki dan perempuan menikah dan kemudian melahirkan anak itu adalah hal yang biasa. Tapi menikah dan kemudian melahirkan 10 orang anak bisa dianggap merupakan suatu hal yang luar biasa pada akhir-akhir ini. Karena tidak semua orang tua mau dan mampu menanggung serta mengurus 10 orang anak pada zaman yang penuh tantangan seperti sekarang ini. Walaupun ada orang tua lain yang mempunyai 10 orang anak, tapi tidak semua orang tua berhasil mendidik kesepuluh anaknya dengan baik. Maka merupakan suatu hal yang lebih luar biasa sekiranya ada orang tua yang mampu melahirkan 10 orang anak kemudian berhasil pula mendidik mereka dengan baik. Di antara pasangan yang luar biasa itu adalah Ayah dan Bunda.


Bagi kami, anak-anaknya, Ayah dan Bunda dengan segala keterbatasannya telah berhasil mendidik kami dengan baik. Hasilnya, sebagai berikut adalah sebagian dari pencapaian kesepuluh anak mereka:
  1. Kandidat Ph.D dalam bidang manajemen pendidikan di Flinders University, Adelaide, Australia.
  2. Muballigh sekaligus pengusaha yang eksis di bidangnya sejak tahun 1997.
  3. Seorang istri dan ibu dari 6 orang anak yang mandiri sekaligus guru bahasa Inggris di salah satu Sekolah Menengah di Malaysia, salah satu negara persemakmuran Inggris.
  4. Hafizh Alqur'an 30 juz, da'i, pembantu imam dan muadzin di salah satu mesjid di Doha, Qatar.
  5. Seorang istri dari seorang suami yang luar biasa merangkap ibu dari 3 orang anak soleh dan solehah insya Allah.
  6. Seorang istri dari seorang da'i yang juga mudir di beberapa ma'had di Aceh. Pada waktu yang sama juga seorang dokter di New Hospital Dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh. Kandidat master dalam bidang penyakit dalam.
  7. Hafizh Alqur'an 30 juz, mu'allim di Ma'had Tahfizh Negeri Pahang, salah satu institusi pendidikan tahfizh Alqur'an yang unggul di Malaysia.
  8. Hafizh Alqur'an 30 juz, imam di Masjid Baitul Makmur, Lampriet, Banda Aceh, sekaligus pengusaha perfume yang low profile tapi high profit, bi iznillah. :)
  9. Mahasiswa, asisten dosen di laboratorium kampus sekaligus aktivis kampus yang super sibuk.
  10. Hafizh Alqur'an 30 juz, kader da'i dan mujahid fi sabilillah, bi iznillah.
Kemarin, 12 Desember 2009, Ayah genap berusia 70 tahun. Tidak ada hadiah istimewa yang bisa saya persembahkan kepadanya selain doa. Semoga segala usaha dan jerih payahnya selama ini dinilai sebagai amal shalih oleh Allah dan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Dan semoga setiap kebaikan yang kami, anak-anaknya, lakukan, pahalanya ikut mengalir kepada Ayah dan Bunda. Semoga Allah senantiasa merahmati, meridhai serta memberkati hidup mereka. Amin!

JANGAN MENGUNDANG AZAB!

  • 1
Barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatannya itu. Dan dia tidak akan mendapatkan selain dari Allah (yang bisa menjadi) pelindung dan penolongnya. (al-Nisa': 123)

Hati-hati dengan maksiat sekecil apapun itu! Karena di hadapan Allah tidak ada maksiat yang kecil apa lagi di hari ketika harta dan keturunan tidak berguna lagi. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan qalbun salim, hati yang bersih. (al-Syu'ara': 89)

Bisa jadi kita diazab hanya karena disebabkan maksiat yang kecil itu. Mungkin azab itu dalam bentuk musibah yang menimpa kita atau orang yang terdekat dengan kita. Bukankah Allah SWT juga telah berfirman, "Dan takutlah kepada fitnah (azab) yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya" (al-Anfal: 25). Tentu Anda tidak mau menjadi penyebab azab atau musibah terhadap orang yang terdekat dengan Anda. Atau bisa jadi azab itu berupa kesulitan atas diri kita untuk melakukan amal kebaikan. Atau bisa jadi juga azab itu berupa kecenderungan kita terhadap dosa dan maksiat.

Mungkin azab itu menghampiri kita bukan sekarang, atau dalam waktu dekat. Bisa saja setelah dosa-dosa kita menumpuk, barulah azab itu akan datang sekaligus dan bisa jadi kita sendiri ketika itu telah melupakan maksiat tersebut.

"Dan pasti Kami timpakan kepada mereka siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar)" (al-Sajadah: 21).

Dari Ibnu Mas'ud, Rasulullah bersabda, "Jauhilah dosa-dosa kecil, karena dosa-dosa kecil itu bisa berhimpun dalam diri seseorang sehingga ia bisa membinasakan dirinya" (H.R. Ahmad).

Jadi, azab tidak perlu ditunggu di alam kubur atau di akhirat saja. Cepat atau lambat, azab bisa saja datang lebih cepat semasa masih di dunia. Contoh tentang hal ini sangat banyak kita jumpai dalam kehidupan kita.

Misalnya, bisa jadi yang membuat kita terhalang untuk melakukan shalat berjamaah, qiyamullail, shalat dhuha, tilawah Qur'an, tubuh sakit-sakitan, harta tidak berkat dan lain-lain adalah disebabkan dosa yang pernah kita lakukan.

Tapi bisa juga azab tersebut ditunda dulu dan baru ditimpakan pada akhirat kelak.

Oleh sebab itu, carilah dosa-dosa anda dengan teliti! Biasakanlah melakukan muhasabah diri. Sebagaimana pesan Umar al-Faruq R.A., "Hisablah dirimu (di dunia), sebelum dirimu akan dihisab (di akhirat)".

Wallahu ta'ala a'lam bi al-shawab

Ya Allah, kami mengakui nikmat-nikmat yang telah Engkau kurniakan kepada kami dan kami mengakui dosa-dosa kami, maka ampunilah kami! Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau wahai Tuhan yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Amin!

WANITA PERHIASAN DUNIA

  • 0
Seorang muslimah bagaikan perhiasan yang indah. Dan muslimah yang baik tidak akan memperlihatkan keindahannya kepada siapapun walaupun hanya sekedar bentuk. Dia akan senantiasa terjaga dengan rapi. Kecuali kepada seseorang (pria) yang terpilih dan berhak ke atasnya pada suatu hari nanti dengan izin pemiliknya dan melalui sebuah upacara yang suci.

Sebegitu berhargakah perhiasan itu? Tentu sesuatu yang berharga harus diserahkan dengan tata cara yang mulia. Dan jika (pria) yang terpilih itu telah memiliki perhiasan tersebut, ia akan selalu menjaga dan melindunginya dengan baik. Sehingga dia tidak melirik kepada perhiasan-perhiasan yang lain di luar sana yang terkadang hanya tampak indah dan cantik dari luarnya saja. (
Author Unknown)

"Dunia adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salihah". (
al-Hadits)

PESAN IMAM HASAN AL-BANNA KEPADA KADER DAKWAH

Ketahuilah, agama hanya akan dapat dirasakan oleh orang yang menegakkannya di dalam dirinya. Bahagia dan sa'adah hanya akan dirasakan oleh orang yang membela keyakinan, kebenaran dan keadilan. Kemenangan dan kejayaan hakiki hanya diberikan kepada para pejuang yang rela berkorban, kuat menahan penderitaan dan kesusahan. Kesabaran dan ketahanan berjuang hanya akan diberikan kepada mukmin yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hiduplah dengan keyakinan dan perjuangan. Karena makna dan manfaat kehidupan terletak pada keyakinan dan perjuangan. Belajarlah menfanakan diri bagi mencapai kepetingan cita dan agama.

Ini adalah perutusanku kepada saudara-saudaraku para
mujahidin di kalangan Ikhwan al-Muslimin yang meyakini kemuliaan Dakwah mereka, meyakini kemurnian Fikrah mereka, dan sungguh-sungguh bertekad untuk bersamanya dan mati dalam memperjuangkannya. Hanya kepada saudara-saudaraku inilah untaian kata yang ringkas ini kupersembahkan. Ini bukan sekedar pengajaran-pengajaran yang fasih dihafalkan di lidah, akan tetapi merupakan arahan-arahan yang mesti ditunaikan. Oleh kerana itu wahai saudara-saudaraku yang tulus, marilah kita segara ke arah “bekerja”.

Allah SWT berfirman,
“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kalian, maka sesungguhnya Allah, Rasul-Nya serta oleh orang-orang mukmin akan melihat segala amalanmu itu, dan kalian kelak akan dikembalikan kepada (Tuhan) Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersenbunyi dan yang nyata, kemudian akan diterangkan kepadamu apa-apa yang telah kamu kerjakan.” (
al-Taubah: 105).

“Sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan ini dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain,kerana jalan-jalan itu akan menyelewengkan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepada kalian supaya kalian bertakwa”. (
al-An'am: 153).