TAUJIH SEORANG MURABBI

  • 1
Aku tahu rizkiku tak mungkin diambil orang lain, karenanya hatiku tenang. Aku tahu amalku tak mungkin dilakukan orang lain, karenanya aku sibukkan diriku untuk beramal. Aku tahu Allah selalu melihatku, karenanya aku malu bila Dia melihatku melakukan maksiat. Aku tahu kematian menantiku, karenanya kupersiapkan bekal untuk bertemu Rabb-ku.

Akhi, berapa kali antum khianati perjanjian antum dengan Allah? Bukankah teramat sering? Antum di malam hari tahajjud dengan uraian air mata memelas ampunan tapi di siang hari antum ikuti hawa nafsu hingga lupa akan Allah. Dan berapa kali pula antum shaum di siang hari atau memberikan taujih rabbany kepada orang lain, lalu di malam hari antum tertidur lelap berbuat maksiat?

Allahumma, bagaimana mungkin aku punya besar rasa akan menggapai ridha-Mu sedangkan aku amat tau akan keadan diriku sendiri. Ampuni aku Tuhanku. Allahumma innaka 'afuwwun karimun tuhibbu al-'afwa fa-'fu 'anny!

Akhi, di tengah gelapnya malam, di tengah dinginnya malam, di tengah senyapnya malam, tahukah antum bahwa ada laki-laki yang lama tegak dalam rakaat tahajjud-nya, atau ada wanita khusyu' berwajah syahdu berurai air mata yang tersungkur sendu di atas sajadahnya.

Akhi, ikutilah jejak langkah mereka! Hiasilah malam-malammu seperti mereka berzikir dan tetap dalam ketaatan kepada Rabb-nya! Bacalah Qur'an seperti mereka! Sedih dan sendu berhiaskan isak tangis khauf kepada Rabb mereka. Lembutkanlah hatimu seperti lembutnya hati mereka! Ikhlas, senantiasa hanya mengharapkan keridhaan Rabb mereka. Alahai betapa sucinya... Jadikanlah cintamu seperti cinta mereka! Tiada terbagi sekeping jua untuk harta, tahta dan pria/wanita. Akhi, maukah antum seperti mereka?

Author: Irfan Permana Abu Hawariyah (Allahumma irhamhu. Amin!)


Catatan:

Ustaz Irfan adalah sahabat baik sekaligus saudara ipar Bang Nizam, abang saya. Pada bulan November 2009 yang lalu, saya berkesempatan bersilaturahim ke rumah mertua Bang Nizam di Sukabumi. Pada saat itulah saya sempat mencatat nasihat yang tertulis di pintu kamar Ustaz Irfan ini. Setidaknya ada buah tangan dari Sukabumi yang bisa saya berikan untuk pembaca. :) Semoga bermanfaat dan pahalanya terus mengalir kepadanya. Amin!

Nasihat dari seorang yang mukhlis memang selalu memberi kesan yang mendalam walaupun dia telah pergi meninggalkan dunia yang fana ini.

Kisah tentang meninggalnya Ustaz Irfan bisa dibaca di sini.

1 comment:

  1. Assalamu'alaikum, maaf boleh tanya kang, punya murottal Ust. Abu Hawariyah? Bila berkenan mohon dikirimkan ke email saya, julhasratman@gmail.com Saya sedang menceri murattal tsb. Syukron jzk sebelumnya. Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete